Opini, Bagaimana Remaja Itu
Entah apa yang akan saya tulis tentang REMAJA. Ini
membuat tantangan tersendiri bagi saya. Memang sih menulis artikel tentang
remaja itu gampang gampang susah. Saya akan mencoba mengkuak tentang remaja,
tak usah jauh jauh ke orang lain deh, saya saja masih dalam masa remaja.
Remaja adalah masa dimana peralihan seorang manusia.
Maksudnya gini dulunya anak anak dan sekarang akan menjadi orang dewasa, jadi
remaja adalah fase tengah. Masa remaja adalah masa yang paling indah tetapi
juga mengkhawatirkan. Indahnya kenapa? yah, tak usah ditanya yaw, pastinya
kalian semua sudah tahu. Indahnya ya karena di masa remaja pasti ada “bunga-bunga cinta yang bertaburan”.
Disaat baru mau masuk sekolah menengah atas yang baru, diadain MOS (Masa
Orientasi Siswa) lha saat itu si kakak senior nembak kita,, wuihh kan jadi mati
(kan ditembak)...
Yang mengkhawatirkannya adalah saat teknologi sudah
semakin tinggi. Dengan mudah segala applikasi dapat diakses dan di unduh.
Sekarang banyak remaja yang memiliki android. Katanya kalau tidak android not
good. Ya kalau hpnya itu di buat hal yang bermanfaat, seperti digunakan untuk
bersilahturahmi dengan teman, keluarga jauh dan lain sebagainya. Namun apa
sekarang, remaja kini menggunakan android untuk BBM-an hingga lupa waktu dan
lupa diri. Terkadang sampai tidak menjalankan kewajibannya terhadap Tuhan,
Orang tua, dan Guru.
Ya maklum lah, masa remaja itu kalau orang jawa bilang
itu anut-anutan (ikut-ikutan). Kalau yang lagi ngetrend ini semua remaja
mengandrungi ini, kalau yang ngetrend itu ikut situ.. wah wah tidak punya
pendirian ya. Memang, masa remaja pendiriannya masih labil banget. Oh no.
Saat ini yang masih digandrungi adalah sinetron anak
jalanan (maaf sebut merk). Film itu memang mencitrakan anak muda zaman sekarang
banget deh pokoknya. Dimana mereka suka motor, ada lagi yang suka tawuran, ada
yang lagi sedang kasmaran, dan adanya suatu persahabatan. Yang paling
nge-gemesin ialah saat si boy yang kagak nembak si reva.. wuihhh nyebelin
banget. Seolah-olah si boy itu kagak butuh reva. Apalagi saat di puter waktu
adegannya rio, pengen banget ambil gunting terus potong rambutnya rio. Dan
nyebelin banget saat rio berusaha ngompor-ngomporin tentang boy, pengen
langsung ke jakarta langsung nemuin boy dan bialng sabar ya boy, terus ngeluarin
kertas minta tanda tangan deh, hehe. Ngomongin si boy. Si boy itu remaja yang
patut di contoh. Dia remaja yang alim banget, tidak suka perselisihan dan rela
berkorban apapun demi teman, wahhh,, cowok idaman ya, mana dia ganteng, baik
dan suka menolong, typenya aku banget.. hahahaha.. (tapi itu hanya sinetron,
semoga karakter aslinya juga begitu)
Jadi para remaja, tirulah boy. Dia ialah pemuda yang
patut dibanggakan. Coba deh kalian seperti boy, pasti banyak orang yang suka
dengan kalian. Tapi jangan hanya settingan ya. Semua harus natural alias alami
tumbuh dari lubuk hati kalian yang paling dalam. (Yah, kebiasaan nonton Anak Jalanan nih. Jadi Flash back). Berprinsiplah “No Drug, No
Free Sex, No Smooking, Yes for Prestasi and ambisius untuk masa depan”
Salam remaja berkelas.