Minggu, 30 Juli 2017

Karya Sastra

Opini, Bagaimana Remaja Itu

Entah apa yang akan saya tulis tentang REMAJA. Ini membuat tantangan tersendiri bagi saya. Memang sih menulis artikel tentang remaja itu gampang gampang susah. Saya akan mencoba mengkuak tentang remaja, tak usah jauh jauh ke orang lain deh, saya saja masih dalam masa remaja.
Remaja adalah masa dimana peralihan seorang manusia. Maksudnya gini dulunya anak anak dan sekarang akan menjadi orang dewasa, jadi remaja adalah fase tengah. Masa remaja adalah masa yang paling indah tetapi juga mengkhawatirkan. Indahnya kenapa? yah, tak usah ditanya yaw, pastinya kalian semua sudah tahu. Indahnya ya karena di masa remaja pasti ada “bunga-bunga cinta yang bertaburan”. Disaat baru mau masuk sekolah menengah atas yang baru, diadain MOS (Masa Orientasi Siswa) lha saat itu si kakak senior nembak kita,, wuihh kan jadi mati (kan ditembak)...
Yang mengkhawatirkannya adalah saat teknologi sudah semakin tinggi. Dengan mudah segala applikasi dapat diakses dan di unduh. Sekarang banyak remaja yang memiliki android. Katanya kalau tidak android not good. Ya kalau hpnya itu di buat hal yang bermanfaat, seperti digunakan untuk bersilahturahmi dengan teman, keluarga jauh dan lain sebagainya. Namun apa sekarang, remaja kini menggunakan android untuk BBM-an hingga lupa waktu dan lupa diri. Terkadang sampai tidak menjalankan kewajibannya terhadap Tuhan, Orang tua, dan Guru.
Ya maklum lah, masa remaja itu kalau orang jawa bilang itu anut-anutan (ikut-ikutan). Kalau yang lagi ngetrend ini semua remaja mengandrungi ini, kalau yang ngetrend itu ikut situ.. wah wah tidak punya pendirian ya. Memang, masa remaja pendiriannya masih labil banget. Oh no.
Saat ini yang masih digandrungi adalah sinetron anak jalanan (maaf sebut merk). Film itu memang mencitrakan anak muda zaman sekarang banget deh pokoknya. Dimana mereka suka motor, ada lagi yang suka tawuran, ada yang lagi sedang kasmaran, dan adanya suatu persahabatan. Yang paling nge-gemesin ialah saat si boy yang kagak nembak si reva.. wuihhh nyebelin banget. Seolah-olah si boy itu kagak butuh reva. Apalagi saat di puter waktu adegannya rio, pengen banget ambil gunting terus potong rambutnya rio. Dan nyebelin banget saat rio berusaha ngompor-ngomporin tentang boy, pengen langsung ke jakarta langsung nemuin boy dan bialng sabar ya boy, terus ngeluarin kertas minta tanda tangan deh, hehe. Ngomongin si boy. Si boy itu remaja yang patut di contoh. Dia remaja yang alim banget, tidak suka perselisihan dan rela berkorban apapun demi teman, wahhh,, cowok idaman ya, mana dia ganteng, baik dan suka menolong, typenya aku banget.. hahahaha.. (tapi itu hanya sinetron, semoga karakter aslinya juga begitu)
Jadi para remaja, tirulah boy. Dia ialah pemuda yang patut dibanggakan. Coba deh kalian seperti boy, pasti banyak orang yang suka dengan kalian. Tapi jangan hanya settingan ya. Semua harus natural alias alami tumbuh dari lubuk hati kalian yang paling dalam. (Yah, kebiasaan nonton Anak Jalanan nih. Jadi Flash back). Berprinsiplah “No Drug, No Free Sex, No Smooking, Yes for Prestasi and ambisius untuk masa depan”

Salam remaja berkelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar